Powered By Blogger
terima kasih sudah berkunjung di blog ini, salam kenal dari saya. anda termasuk orang yang gemar mencari, terlepas dari popularitas dan perkenalan...!

Rabu, 24 November 2010

MEMASANG META TAG OTOMATIS

1. LOGIN DULU..!


2. tata letak > edit html

TUNGGU SAMPAI BENAR LOADINGNYA SELEASI (BUAT KONEKSI LAMBAT)

CARI CODE DIBAWAH INI,




Dapat kan…??

3. LALU REPLACE KODENYA DENGAN KODE DIBAWAH INI:




4. SETELAH SELESAI DI EDIT N REPLACE, SAVE TEMPLATE KAMU

5. GAMPANG KAN..?

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 22 November 2010

SETELAH BERDISIKUSI DENGAN EMILE DURKHEIM (Part 1)

Oleh; Buminaraka

Pertama-tama perlu di ketahui, pemikir sosial ini berusaha untuk menegaskan bahwa masyarakat sebagai unsur utama dalam membentuk perilaku individu, mampu untuk dijelaskan secara ilmiah dalam sosiologi, pada waktu itu sosiologi merupakan sebuah arus baru pemikiran yang tumbuh dari kesadaran politik pasca revolusi politik prancis dan didasari mulai terciptanya fenomena baru dalam masyarakat pasca Revolusi Industri. Ketertarikan yang sama antara Durkheim pada aliran baru yang bernama sosiologi didasari pada kedekatannya dengan Aguste comte, dan pada kemudian hari pula Durkheim mengkritik Comte karena latar belakang filsafatnya, Kritikan Durkheim dikarenakan comte selalu menggunakan alur berfikir filsafat yang abstrak dalam menjelaskan realitas masyarakat pada saat itu yang tendensinya bermuara pada penegasan bahwa sosiologi akan dijadikan cabang filsafat, hal itu lah yang mendasari durkheim untuk mengilmiahkan masyarakat dan menjadikan sosiologi sebagai disiplin ilmu yang berdiri sendiri dan bukan bagian atau cabang dari filsafat.
Karakter indvidu yang terbentuk akibat proses interaksinya dalam masyarakat, menurut durkheim didasarkan pada fakta sosial yang membentuknya, fakta sosial yang dimaksud adalah seluruh cara bertindak, baku atau tidak yang berlaku pada diri individu sebagai paksaan eksternal, atau bisa juga diartikan fakta sosial adalah seluruh cara bertindak umum yang dipakai dalam masyarakat, pada saat yang sama keberadaaan fakta sosial terlepas dari manifestasi individual.

Fakta sosial yang dirumuskan durkheim terdiri atas struktur sosial, norma budaya, dan nilai, yang kesemuanya bersifat eksternal dan memaksa individu yang sepakat akan kondisi tersebut. Diranah inilah point penegasan durkheim, menurut saya sebenaranya apa yang disebut sebagai fakta sosial merupakan hasil rumusan individu dalam kelompok masyarakatnya, akan tetapi latensi dari sturktur sosial dan nilai budaya tadi kemudian ditegaskan oleh durkheim bersifat memaksa dan menjadikan individu patuh. Ada predikat kesepahaman ketika individu merumuskan nilai-nilai yang menjaga eksistensi masyarakat, maka dirumuskanlah sturktur sosial, dan nilai budaya tadi. Sekali lagi durkheim ingin menegaskan pada ruang inilah yang sebenarnya menarik untuk dijadikan landasan dalam proses mengilmiahkan masyarakat, kesemua hal tersebut merupakan kondisi rill yang ada dalam masyarakat, mempelajarinya menurut durkheim bisa melalu proses empiris dan observasi. Berbeda dengan pendapat comte yang menjelaskan masyarakat melalui perspektif abstrak dari filsafat.

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 19 November 2010

NEGARA DAN PERKEMBANGAN SAINS DAN TEKNOLOGI

Oleh: Muh Isa Ramadhan



Situasi global negara-negara diberbagai kawasan, hari ini semakin terpola pada semangat regionalisme ekstrim sehingga mempunyai kecenderungan untuk membentuk model yang multipolaristik, keadaan tersebut berimbang dengan kemampuan pengembangan pengetahuan ditiap-tiap konsentrasi kekuatan. Kemajuan pengetahuan dan penciptaan teknologi mutakhirlah yang menjadi spirit pemersatu diantara kepentingan kekuatan yang konsentris. Spirit globalisasi saat ini bergeser pada peran yang tidak lagi berkonfrontasi secara langsung, hal tersebut menciptkan keadaan lebih kondusif dan menawarkan spirit restorasi visi negara maju yang tidak berorientasi lagi pada unjuk kekuatan (show force) melainkan semakin berorientasi pada upaya penuh penciptaan kuasa teknologi lewat dominasi sains. Sejatinya kompetisi global saat ini menciptakan gerak negara menuju pada percepatan kapasitas pengetahuan dan peningkatan sumber daya manusia. Pada dasarnya kondisi dan geliat untuk melepaskan diri dari pertarungan adidaya haruslah menjadi substansi dalam gerak yang diprioritaskan pada pencapaian kemapuan internal dalam negeri. Tema sains dan teknologi saat ini begitu massif dimainkan oleh berbagai negara sebgai instrumen percepatan kemampuan gerak negara tersebut. Kenyataannya perkembangan sains dan teknologi mampu mengusung perubahan yang fundamental dalam aras hidup manusia. Kecepatan perubahan tersebut masih dalam harap terciptannya tatanan kehidupan umat manusia yang terus bergerak maju. Sains dan teknologi sebagai prioritas dalam gerak global bisa memainkan instrumen diplomasi dalam mempekuat posisi tawar negara (bergaining), sejak lama kita selalunya diperhadapkan pada instrumen diplomasi politik dan pertahanan, sedikit negara yang menggunakan sains sebagai diplomasi, jepang misalnya memainkan peran diplomasi sains yang kemudian diikuti oleh negara seperti amerika serikat. Hal ini tentu punya prasyarat mutlak yaitu kemampuan sains yang tinggi dari negara. Selintas melihat kemampuan bangsa lain dalam pengetahuan.

Bangsa-bangsa yang wilayahnya menjadi arena pertarungan kekuatan dunia pada masa perang dunia, saat ini beramai-ramai dan begitu giat dalam usaha mengejar kecepatan pengetahuan. Hal itu terbukti jepang dengan kemampuan teknologi yang bisa menghasilkan penciptaan teknologi yang mutakhir. China yang beberapa yang beberapa decade kemarin hanya sibuk pada perdebatan idiologisasi Negara, saat ini berhasil menjadi salah satu Negara industry manufaktur terbesar didunia. India dan Iran merupakan Negara-negara yang pada periode tahuan 90-an jauh dibawah Indonesia dalam hal perkembangan Negara, saat ini menjadi Negara yang digadang-gadang akan menjadi kekuatan baru di kawasan asia, negara yang terakhir disebut merupakan salah satu negara yang taraf perkembangan pengetahuannya cukup signifikan. Hal ini dimungkinkan karena Negara-negara tersebut sangat serius dalam usaha menumbuhkembangkan spirit berpengetahuan bangsanya. Sementara menghadapi kenyataan tersebut, situasi kebangsaan hari ini hanya berkutat pada pusaran arus permasalahan kenegaraan, hal tersebut semakin berekses negative pada kesadaran berpengetahuan kebangsaan.Kenyataan kehidupan berbanga hari ini yang terus menerus terjebak pada pusaran pertarungan global dan menciptakan iklim konflik yang bermuara pada kehancuran tatanan kehidupan kebangsaan, kondisi demikian harusnya bisa di proteksi secara maksimal dengan kemampuan pengetahuan anak bangsa. Pengetahuan global yang bergerak sangat cepat, bukan ditanggapi sebagai tuntutan untuk meraih hal tersebut, melainkan mendisiplinkan kita untuk mengambil sikap menunggu dan diam pada ruang berfikir dan berkutat pada permasalahan diri. Bangsa ini lengah dalam menyadari hal tersebut di atas. Kesadaran bernegara hari ini seharusnya melatih kita untuk membanguan kesadaran berpengetahuan disetiap lapisan bangsa ini. Kenyataan tersebut seharusnya membuahkan sikap jelas mempertegas bahwa prasayarat bangsa yang harus terdidik secara pengetahuan. Kecepatan gerak pengetahuan seharusnya menjadi prioritas untuk segera mengalokasikan energy dan segenap kemampuan gerak fikir dalam pencapaian pengetahuan mutakhir. Situasi terkini terkini terkait kondisi global berada dalam pusaran gerak negara-negara Pada dasarnya kondisi dan geliat untuk melepaskan diri dari pertarungan adidaya haruslah menjadi substansi dalam gerak yang diprioritaskan pada pencapaian kemampuan internal dalam negeri.

[+/-] Selengkapnya...

Minggu, 24 Oktober 2010

Buminaraka

http://buminaraka.blogspot.com/p/galeri_04.html

[+/-] Selengkapnya...

Antimateri


Materi adalah segala sesuatu yang telah kita kenal sebagai penyusun seluruh alam semesta ini, serta terbukti eksistensinya. Tetapi di samping materi sebagai penyusun alam, terdapat pula antimateri, yaitu sesuatu yang secara massa dan sifat-sifatnya mirip dengan materi sekawannya, tetapi berbeda muatan. Contohnya adalah positron, yang merupakan antimateri dari elektron. Yaitu partikel elektron bermuatan positif.

Suatu ketika, para ilmuwan menemukan berkas cahaya dan partikel yang menerpa bumi dari berbagai arah. Mereka yakin bahwa partikel tersebut bukanlah dari matahari, bintang, galaksi, ataupun benda angkasa lainnya. Mereka menduga partikel tersebut adalah jejak-jejak big bang yang tersisa. Setelah diteliti, mereka mendapatkan bahwa partikel tersebut adalah kembaran elektron, tetapi bermuatan positif. Mereka menyebutnya sebagai positron.

Pada hakikatnya materi tersusun atas fundamental elemen atau elemen dasar. Dan antimateri tersusun atas antipartikel dari partikel penyusun materi. Fundamental elemen bukanlah atom, karena atom masih dapat terbagi lagi. Bukan pula proton, elektron, maupun neutron. Karena ketiganya tersusun lagi oleh dua hal yang sejauh ini dianggap paling fundamental, yaitu apa yang disebut Quark dan Lepton.

Uniknya, antimateri tidak dapat berinteraksi langsung dengan materi, karena keduanya akan saling memusnahkan, sesuatu yang disebut Annihilation. Bahkan dengan udara (atau hiperbola apapun yang lebih halus dari itu). Einstein mengatakan bahwa materi adalah energi yang terperangkap. Dan energi itu dapat lepas ketika lapisan yang merangkapinya terbuka. Dengan bertemunya materi dan antimateri (plus-minus, saling melengkapi), lapisan pembungkusnya terbuka, dan energi keduanya terlepas keluar sebesar 100 persen. Tahu artinya? Tidak ada sisa pembakaran, tidak ada debu, tidak ada polusi. Sangat sempurna untuk bahan bakar paling lux dan futuristik. Tetapi sisi gelapnya adalah satu gram saja antimateri dapat menggantikan bom nuklir yang lebih hebat untuk kembali mengebom Hiroshima seperti dulu. Reaksi ini 1000 kali lebih besar daripada fisi nuklir dan 300 kali lebih dahsyat daripada fusi nuklir.

Carl Anderson pertama kali menemukan keberadaan antipartikel pada 1932, di Fermilab, Chicago, Amerika Serikat. Elektron positif dapat dideteksi dalam fluks radiasi kosmik pada permukaan bumi. Anderson menggunakan pengamat kamar buih yang disusun oleh hidrogen cair. Dia menembakan partikel bermuatan ke dalam bubble chamber berisi superheated liquid yang dikelilingi medan magnet. Bila ada suatu partikel bermuatan melewati hidrogen cair, maka atom-atom hidrogen yang dilewati akan terionisasi sehingga menimbulkan buih di sepanjang lintasannya. Jika buih itu disinari cahaya, kita dapat mengamati jejak-jejak yang ditimbulkan partikel bermuatan tadi. Melalui beberapa foto yang diambil, Anderson mengamati bahwa ada muatan yang massanya sama dengan elektron tetapi melengkung ke arah yang berlawanan. Elektron positif.

Jika alam semesta/universe terbentuk dari materi dan antimateri, maka secara logika perlu ruang kosong untuk memisahkan keduanya agar tidak saling menghilangkan. Ruang kosong itu kita sebut antiuniverse. Hingga pada suatu saat universe dan antiuniverse bertemu dan terjadi ledakan besar gamma. Ketika terjadi ledakan Big Bang, materi dan antimateri tercipta dalam keadaan seimbang. Tetapi kenyataanya adalah materi kita temukan jauh lebih banyak di sekitar kita daripada antimateri.

Hipotesis menyatakan bahwa bentukan alam semesta adalah dari broken assymetry (simetri yang terkoyak). Pada waktu kelahiran alam semesta besarnya suhu diperkirakan 1032 derajat kelvin dan segala sesuatu terdapat dalam bentuk radiasi. Pada waktu selanjutnya terjadi perusakan simetri yang menghasilkan massa. Materi yang terbentuk setelah big bang disebut spontaneous broken symmetry (perusakan simatri spontan). Saat big bang berlangsung, kelebihan materi sebesar 10 pangkat 8 atau 10 pangkat 9 x 99,999999 persen materi musnah bersama seluruh antimateri, sehingga 0,000001 persen materi yang menyusun jagad raya sekarang. Perkiraan perbandingan lainnya yaitu 30.000.0001 quark berbanding 30.000.000 antiquark. Namun, ada assymmetry baryon, yaitu asimetri antar baryon dan fermion terhadap antibaryon yang bereaksi kuat. Teori yang menjelaskan asimetri baryon ini disebut baryogenesis, dimana lahirnya bilangan baryon yang bukan nol. Hal ini terjadi saat tidak ada keseimbangan/out of equilibrium.
diposkan oleh:
 faiqhr pada Juli 23, 2010, 11:23:00  http://www.forumsains.com/artikel/antimateri/

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 04 Oktober 2010

Posted by Picasa

[+/-] Selengkapnya...